Tampilkan postingan dengan label konspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2012

Jumat, 18 Mei 2012

Lady Gaga Versus Dangdut Koplo? Lebih Porno Mana? Lebih Setan Mana? | Underground Tauhid

http://www.undergroundtauhid.com/lady-gaga-versus-dangdut-koplo-lebih-porno-mana-lebih-setan-mana/
Underground Tauhid - Pelarangan Lady GaGa untuk menggelar konser di Indonesia mendapat respon keras dari para penggemarnya hingga para pengasong Liberalis. Mereka menilai pelarangan tersebut telah melanggar kebebasan berpendapat. Banyak pihak yang berpendapat bahwa Lady GaGa sebenarnya hanya pekerja seni, dan tidak lebih seksi dari hiburan masyarakat yang telah mengakar di Indonesia, seperti dangdut koplo. Dangdut modern yang dimainkan satu grup musik atau orkes Melayu (OM), dengan biduanita yang kadang memiliki goyangan yang sensual.

Sayangnya, banyak dari mereka juga yang tidak memerhatikan aspek ideologis dari Lady Gaga. Contoh Jika kita teliti lebih jauh, baik video maupun lirik lagu Alejandro Lady Gaga, maka kita akan mendapati kesimpulan bahwa Alejandro sebenarnya bukanlah manusia ataupun laki-laki. Alejandro hanyalah simbolisasi dari perwujudan Tuhan yang coba diingkari oleh Lady Gaga sebagai antikristus dengan memasang salib terbalik di (maaf) kemaluannya. Sewaktu berucap Alejandro, Gaga mengangkat dua tangannya ke langit. Jadi terlihat dengan jelas Alejandro merujuk kepada tuhan bukan manusia.

Di video klip Alejandro, Hati Yesus terlihat dibawa pada awal-awal video Klip. Hal ini wajar karena Gaga pernah menempuh pendidikan di Sekolah Convent Of The Sacred Heart, ketika masih kecil. Ordo Sacred Heart of Jesus sendiri diprakarsai oleh Alexander Pope (1688-1744) yang merujuk pada ajaran penyembahan setan. Gambar Hati Yesus yang dililit paku adalah simbol freemason ditambah gagasan Rene Guenon dan Sayyed Hossein Nasr yang mengkaitkannya dengan Holly Grail.

Aksi Panggung

Diluar sisi ideologis bahwa Lady Gaga seorang penyembah setan. banyak juga yang membela Lady Gaga dengan membandingkan penampilannya dengan konser dangdut koplo. Aksi panggung berupa penampilan live baik dengan koreografi, goyangan atau atraksi lain di atas panggung. Lady GaGa biasa mempersiapkan konsep yang bakal ia hadirkan di atas panggung, tampil atraktif di hadapan ribuan penonton dengan koreografi yang sudah tertata.

Banyak pihak menyederhanakan gambaran panggung Lady Gaga seakan tidak seksotis biduan dangdut koplo yang menurut banyak pemberitaan seakan penyanyi dangdut local rata-rata memiliki kemampuan bergoyang yang menjadi ciri khas mereka. Proses improvisasi di atas panggung adalah faktor penunjang kesuksesan show mereka. Biduan juga punya pilihan untuk tampil seksi atau sekedar bergoyang biasa. Menurut para pembela Lady Gaga, artis satanik ini aksi panggungnya sebenarnya tidak berbeda dengan aksi dangdut koplo.

Dari segi kostum juga banyak pendapat kelompok yang menolak pembatalan konser Lady Gaga mengeluarkan opini adanya standar norma yang berbeda antara Indonesia dan Amerika memang menghadirkan gap tersendiri. Lady GaGa kerap tampil live dengan baju eksentrik, terbuka, atau bermodel bikini. Kostum tersebut masih bisa diterima oleh masyarakat Amerika, namun tampaknya bakal dipermasalahkan di Indonesia.  Lalu sekali lagi ini dibandingkan dengan standar kostum, meski biduan dangdut koplo yang seksi kerap tampil dengan goyangan hot dan kostum mini, standar mereka masih bisa sejalan dengan masyarakat.

Dan yang ketiga yang menjadi sorotan dari antraksi panggung Lady Gaga adalah masalah interaksi dengan penonton. Menurut sebagian medan yang membela Lady Gaga. terdapat perbedaan mendasar mengenai interaksi antara sang bintang dengan penonton. Dalam konser Lady Gaga, interaksi terjalin lewat komunikasi verbal, dan jarang ada penonton yang berada di atas panggung kala sang musisi tengah menggeber aksinya. Sementara itu bagi pembela Lady Gaga ini, penonton dan biduan dangdut koplo jauh lebih intim.  Apalagi bila ada tradisi saweran, penonton seolah berlomba-lomba berdiri di atas panggung bersama sang biduan, menaburkan uang dan kadang menyelipkannya ke bagian tubuh sang penyanyi, dan biduan dangdut koplo biasanya bergoyang semakin panas kala uang mengalir.

Dari sini, banyak pihak sepakat bahwa dangdut koplo itu lebih seronok dari Lady Gaga. Benarkah demikian? Yuk mari kita ikuti investigasi tim Undergroundtauhid.com setelah fakta bahwa Lady Gaga adalah seorang satanic (penyembah setan), benarkah Dangdut Koplo itu lebih seronok dari Lady Gaga?

Lady Gaga Di Konser Lollapalooza 2010

Di Konser Lollapalooza 2010, Lady Gaga justru pernah menunjukkan salah satu dari sekian aksi panggungnya yang penuh intrik pornografi. Lady Gaga saat itu hanya menggunakan sebuah baju setipis stocking kaki dan sangat transparan. Bahkan payudaranya (maaf) terlihat vulgar terbuka tanpa ada penutup. Jelas ini menjadi salah satu bukti betapa konser Lady Gaga memang identic dengan pornografi yang ekstrem.

Belum selesai sampai disitu, Lady Gaga bahkan melakukan tarian yang menggambarkan hubungan seks suami istri bersama salah satu personel bandnya sempat juga berciuman mesra. Belum puas juga sampai disitu, Lady Gaga bahkan melompat ke penonton dengan badan yang hanya dibalut stocking transparan dan membiarkan para penonton meraba tubuhnya secara vulgar.

Apakah sudah selesai sampai disitu? Oh tidak, Lady Gaga bahkan melakukan adegan ciuman dengan fansnya. Ciuman yang penuh nafsu menggambarkan keintiman yang dilakukan secara terbuka vulgar, ekstrem dan sangat sangat berani dengan salah satu penonton sambil membiarkan tubuhnya terus dirabah oleh para penonton.

Jika kita menarik aksi panggung Lady Gaga di konser Lollapalooza ini, jelas terlihat bahwa aksi panggung Lady Gaga jauh lebih porno dan cabul dari sebuah artis dangdut koplo. Belum pernah ada dalam sejarah Indonesia, aparat dan masyarakat membiarkan sebuah penyanyi dangdut menyanyi dengan badan hanya berlapis stocking dan membiarkan aurat tubuhnya terlihat vulgar tanpa penutup apapun alias telanjang bulat. Bahkan dari interaksi panggung sekalipun, belum ada sejarahnya seorang penyanyi dangdut moshing (baca:loncat) ke penonton dalam kondisi telanjang sambil membiarkan tubuhny diraba dan melakukan ciuman vulgar di arena terbuka.

Kalaupun Lady Gaga disuruh memakai baju yang pantas sesuai dengan budaya Indonesia, lalu siapa yang mau tanggung jawab kalau ditengah konser tiba tiba dia telanjang bulat seperti di konser Lollapalooza ini? Jjadi mengatakan konser Dangdut Koplo lebih porno dari Lady Gaga adalah jelas opini kerdil yang tidak mendasar. Terlebih Lady Gaga bukan hanya menunjukkan pornografi, tapi ia juga seorang satanik. Dangdut koplo itu juga memiliki unsur porno, tapi saat ini menghadang kehadiran Lady Gaga lebih prioritas, sesudahnya bukan tidak mungkin umat akan menggagas dangdut koplo juga dilarang dinegeri ini jika memiliki unsur pornografi. Fokus pada yang prioritas terlebih dahulu, dangdut koplo itu haram, lady gaga itu haram quadrat! tolak konser Lady Gaga di Indonesia!

Ket Foto:
1. Lady Gaga Saat Melompat Ke Penonton Dengan Badan Yang Hanya Di Balut Stocking Transparan
2. Lady Gaga Saat Akan Melompat Ke Penonton
3. Lady Gaga Berciuman Dengan Seorang Penonton, Dan 4 Foto Inset Menggambarkan Bagaimana Lady Gaga Membiarkan Badannya Diraba oleh para penonton.

Rep : Singgih
Red : Catalist Fist




Jumat, 04 Februari 2011

INSIDEN MONAS DAN PECAH BELAH ALA RAND CORPORATION

Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat. Pernyataan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. “NU akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,” tegasnya.

Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU dalam masalah ini. “Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas, NU dan FPI. Tapi, kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?” ujar Ketua PBNU Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa (3/6/2008). KH Hasyim Muzadi juga mengingatkan pelibatan orang-orang NU yang menjadikan NU sebagai pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu. “Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat merugikan. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas masalah itu,” tegasnya.

Upaya mengadu domba antara NU dan ormas Islam lain seperti FPI memang sangat terasa. Tampak dari reaksi warga NU diberbagai daerah yang mendatangi markas FPI. Konflik horizontal pun dikhawatirkan meluas di daerah-daerah.

Tidak hanya itu , perluasan insiden Monas juga tampak dari upaya membangun opini seakan-akan lasyar Islam menyerang kelompok memperingati hari kesaktian Pancasila. Serangan ini dianggap ancaman terhadap Pancasila, ideologi negara, dan pada gilirannya dianggap merupakan ancaman terhadap negara.

Upaya adu domba yang konflik horisontal ini tidak bisa dilepaskan dari grand-strategi negara-negara Imperialis untuk menghancurkan umat Islam dan kekuatan Islam. Untuk itu, negara-negara Imperialis seperti AS memanfaatkan LSM-LSM komprador yang menjadi kaki tangannya untuk memprovokasi konflik.

Campur tangan asing tampak dari kecaman kedubes AS terhadap insiden Monas. Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk aksi kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi kebebasan beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun, pernyataan Kedubes AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto, sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri. ”Itu tidak etis. Bahasa kasarnya intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang lemah,” katanya.

Grands strategi ini bisa terlihat dengan jelas dari rekomendasi Rand Corporation yang merupakan think-thank neo-conservative AS yang banyak mendukung kebijakan Gedung Putih. Dalam rekomendasi Cheryl Benard dari Rand Corporation yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC ISLAM , PARTNERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES secara detil diungkap upaya untuk memecah belah umat Islam.

STRATEGI : PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM

Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan kecendrungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.

Pertama : Kelompok Fundamentalis : menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi modern untuk mencapai tujuan mereka.

Kedua : Kelompok Tradisionalis : ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.

Ketiga : Kelompok Modernis : ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.

Keempat : Kelompok Sekularis : ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.


STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA

 Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI

Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya :

Pertama : Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis)

  • Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi.

  • Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.

  • Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.

  • Memberikan mereka suatu platform publik

  • Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.

  • Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.

  • Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.

  • Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk
    Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.



Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists : Mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain :

  • Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.

  • Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.

  • Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan
    Kaum modernis.

  • Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka
    untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis
    secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik „Islam pinggiran” yang kabur . Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.

  • Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.

  • Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari Hukum Islam.

  • Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme


Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists : Mengkonfrontir dan menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain :

  • Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.

  • Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.

  • Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.

  • Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.

  • Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.

  • Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.

  • Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.

  • Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.


Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler :

  • Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama, mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideology kiri.

  • Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka pendek.(swaramuslim.com - hidayatullah.com)


DOKUMENNYA BISA DI UNDUH LANGSUNG DARI SITUS RESMI RAND CORP:
http://www.rand.org/pubs/monograph_reports/MR1716.html


Selasa, 18 Januari 2011

VIVAnews - WikiLeaks: AS Andalkan Blogger Indonesia

http://us.dunia.vivanews.com/news/read/200116-wikileaks--as-andalkan-blogger-indonesia
makin jelas mengapa saya lihat ada bloger2 sedemikian gigihnya menyebarkan paham liberal dan pro-AS. dugaan saya mereka bahwa dibayar ternyata benar...., walau mungkin sebagian juga dibayar dgn mimpi (American Dream) :))

Kamis, 09 Desember 2010

Intervensi AS dalam Penangkapan Ustadz Baasyir




Ditunggu Bocoran WikiLeaks Soal Terorisme
http://www.suara-islam.com/news/muhasabah/komentar-pembaca/1545-ditunggu-bocoran-wikileaks-soal-terorisme
...
Dalam kasus penangkapan Ustadz Abu Bakar Baasyir misalnya, setidaknya ada tiga bukti yang selama ini diketahui banyak pihak telah melibatkan Amerika. Pertama, pengakuan mantan penerjemah Presiden Bush dan Megawati di Gedung Putih, Fred Burks, di Pengadilan. Dalam persidangan Ustadz Abu tahun 2005, Fred Burks membeberkan semua rencana Amerika untuk me’render’ Ustadz Abu. Pria kelahiran 20 Februari 1958 itu menyebut adanya negosiasi tingkat tinggi, di mana Amerika meminta Indonesia menyerahkan Ustadz Abu ke tahanan Amerika. Tapi Presiden Megawati menolak tekanan itu.
...
Bukti kedua yang menjelaskan keterlibatan Amerika dalam penangkapan Ustadz Abu adalah ketika Pemerintah AS mengutus Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Tom Ridge (10/3/04) untuk menekan Presiden Megawati, Menko Polkam SBY, dan Kapolri Jendral Da'i Bachtiar agar tetap menahan Ustadz Abu setelah bebas dari Rutan Salemba. Maka peristiwa itu memaksa ribuan personil PHH mengambil paksa Ustadz Abu pada hari Jum'at (30/4/04) pukul 06.55 WIB setelah sejak pukul 05.00 WIB bentrok dengan para aktivis ormas Islam yang turut menyambut rencana pembebasan beliau.
...
Bukti ketiga, adalah pengakuan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif melalui tulisannya di rubrik Resonansi HU Republika (13/4/04). Ia mengaku diminta langsung oleh Dubes AS di Jakarta Ralph L Boyce (28/3/04) agar melobi Ketua MA dan Kapolri supaya Ustadz Abu tetap ditahan sebelum pemilu dilangsungkan. Untuk kepentingan itu pihak Dubes menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan. Syafii mengaku langsung menolak dengan tegas, kendatipun dia sendiri tidak sepaham dengan visi dan misi perjuangan Ust Abu.

Bagaimana dengan penangkapan Ustadz Abu di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat beberapa bulan lalu?. Apakah ini juga bagian dari skenario dan pesanan Amerika?. Kita tunggu seberapa banyak dokumen rahasia yang dimiliki WikiLeaks terkait Indonesia terutama soal penanganan kasus terorisme. Sedikit banyak, dokumen yang terungkap tersebut akan membuka perselingkuhan antara pejabat-pejabat di negeri ini dengan Amerika Serikat. Apakah kelak ada pihak yang kebakaran jenggot jika dokumen tersebut dibuka, mari kita tunggu cicilan dokumen dari Wikileaks. []

SIMAK VIDEONYA:

Selasa, 23 November 2010

Ribuan Warga Jateng Masuk Jaringan Teroris? ~ Informed - Institute for Media Studies

http://informed-instituteformediastudies.blogspot.com/2010/11/ribuan-warga-jateng-masuk-jaringan.html
Menurut laporan Suaramerdeka.com, ribuan warga Jateng yang berada dalam kelompok tertentu diyakini masuk jaringan teroris, hal ini dikemukakan Komandan Detasemen 88 Antiteror Polda Jateng, Kombes Pol Daryono dalam acara Halaqah Penanggulangan Terorisme di Hotel Novotel Solo, Minggu (21/11).

Pernyataan Daryono ini tampaknya merupakan semacam sinyalemen dimulainya ekstensifikasi perang imperialis AS dan sekutu terhadap rakyat Indonesia terutama ummat Islam. Ribuan orang yang telah ditetapkan untuk menjadi sasaran pembunuhan dan penculikan Densus 88 ini tentu saja mencakup mereka yang pada akhirnya diadili dengan tuntutan yang berbeda karena sejak awal Densus 88 memang tidak memiliki bukti-bukti keterlibatan mereka dengan kasus terorisme seperti yang menimpa Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang dikaitkan dengan kasus bom Bali, mereka yang ditembak mati di tempat tanpa pernah diketahui identitas dan keterkaitannya dengan aksi terorisme seperti menimpa dua korban kebrutalan Densus 88 di Cawang, mereka yang dibebaskan kembali diam-diam karena Densus 88 sama sekali kesulitan mencari-cari kesalahan mereka agar terus bisa dibui sebagaimana menimpa 13 orang aktivis pengajian di Pejaten, mereka yang diculik tanpa surat penangkapan, istri dan anak-anak mereka yang ikut ditawan, serta masih banyak lagi korban lainnya.


Daftar panjang kebrutalan Densus 88 ini bukan tanpa dukungan, selain dukungan finansial dan teknis yang mereka dapatkan langsung dari AS dan sekutunya seperti Australia, dukungan opini juga ditunjukkan oleh misalnya saja kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala yang menyatakan justru apabila buruan Densus 88 tertangkap dalam kondisi hidup-hidup, hal itu yang layak dipertanyakan. Dukungan atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Densus 88 seperti ditunjukkan Adrianus ini memang tidak sekuat tekanan atas pembubaran Densus 88 atau setidaknya penyelidikan atas lembaga yang hidup dari kucuran dana asing ini, Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar misalnya mendorong agar Komnas HAM lebih giat lagi mengawasi kemungkinan adanya pelanggaran ini. LSM seperti Kontras, Imparsial, juga bisa ikut membantu. Hasil pengawasan ini, lanjut dia, nantinya akan menjadi rekomendasi bagi DPR. Lebih jauh lagi dari itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) mengusulkan agar Densus 88 kalau perlu dibubarkan saja.

[INFORMED.TK]

Kamis, 21 Oktober 2010

RESISTENSI VS STATUS QUO VIA RESISTENSI VS WAHN





Jika Hizbullah menyerah, dan mengatakan: :"Kita akan melakukan apapun yang Amerika mau", tentu saja tidak akan ada perang - hal itu benar, tapi anda juga jadi budaknya Amerika. Saya menghormati orang-orang yang menolak untuk menjadi budak. -Norman Finkelstein

Wawancara lengkap Norman Finkelstein dgn Future TV (subtitle bahasa)
http://www.youtube.com/watch?v=JPi1lPX0z5I

Kutipan dokumen rencana AS mengadu domba Muslimin dan menjauhkan semangat resistensi atau jihad:
The United States government must fund media campaigns that focus on turning Muslim public opinion against the jihadis, but in a very low key and indirect manner. In particular, the U.S. must harness the power of the “Shayma Effect”, broadcasting images of jihadi attacks that have killed Muslim children.
In light of the foregoing points highlighting the deleterious effects of direct U.S. action in the region, it is essential that the U.S. operate behind the scenes.

Baca selengkapnya :
http://www.ctc.usma.edu/pdf/Stealing%20Al-Qai%27da%27s%20Playbook%20--%20CTC.pdf


Baca artikel yang mengulas hal tersebut selengkapnya:
http://www.facebook.com/notes/loper-koran/pecah-dan-kuasai-2-perang-propaganda/410617738717


SIMAK VIDEONYA:

Selasa, 12 Oktober 2010

Perampokan CIMB Niaga, Penggiringan Opini 'Terorisme'?

Perampokan CIMB Niaga, Penggiringan Opini 'Terorisme'?

Digemborkan 'Teroris', Perampok CIMB Niaga Tidak Dijerat UU Terorisme

Setelah digembor-gemborkan sebagai 'teroris', akhirnya tiga anggota komplotan bersenjata yang merampok Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan dan penyerang Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Hamparan Perak justru tidak dijerat polisi dengan undang-undang teroris.
Quote:
Polda Tidak Menjerat dengan UU Teroris
Tuesday, 12 October 2010
MEDAN (SINDO) – Tiga anggota komplotan bersenjata yang merampok Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan dan penyerang Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Hamparan Perak tidak dijerat polisi dengan undang-undang teroris.

Mereka dijerat pasal KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Ketiganya adalah Robin alias Pautan warga Jalan Tanjung Morawa Gang Keluarga, Abdul Gani Siregar alias Gani, warga Jalan Belanak, Belawan dan M Khair. Mereka ditangkap hidup-hidup dalam serangkaian penyergapan yang dilakukan tim gabungan TNI/Polri di kawasan perkebunan di Kecamatan Dolok Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) beberapa waktu lalu.

Robin ditangkap setelah kaki kirinya ditembak aparat dalam penyergapan tersebut. Sementara Gani ditangkap warga yang curiga melihat kehadirannya di perkampungan, sedangkan M Khoir menyerahkan diri kepada warga yang selanjutnya dibawa ke Polsek Dolok Masihul.

“Para tersangka dikenakan Pasal 365, Pasal 170 dan Pasal 340 KUHP. Kalau pasal-pasal terorisme menjadi kewenangan Mabes Polri,” beber Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Oegroseno dalam pesan singkatnya kemarin.

Ancaman hukuman maksimal itu dikarenakan aksi ketiga tersangka mengakibatkan empat personel anggota Polri tewas, yakni Brigadir Anumerta Manuel Simanjuntak, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Anumerta Baik Sinulingga, Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Anumerta Deto Sutejo dan Aipda Anumerta Riswandi.

“Dengan pasal-pasal tersebut, maka pelaku terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara,”tambah Pelaksana Harian (Lakhar) Kepala Bidang Humas Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) MP Nainggolan.

Sementara tersangka yang tewas dalam baku tembak dengan tim gabungan di Kecamatan Dolok Masihul, papar dia, secara otomatis, tuduhan atau sangkaan keterlibatan dalam dua kejadian berdarah tersebut dinyatakan gugur.

Tapi, kasusnya tetap berjalan. Di sisi lain, pengejaran terhadap sisa-sisa anggota komplotan bersenjata itu terus dilakukan dengan menyisir beberapa lokasi, mulai dari Desa Bulu Duri Kecamatan Sipispis, Simpang Brohol, Kecamatan Dolok Masihul, Dolok Manampang hingga Pekan Kemis.

Hingga kemarin perhatian tim gabungan masih terkonsentrasi di Dolok Masihul. Seperti diketahui,jumlah komplotan bersenjata tersebut dipastikan 14 orang. Dari jumlah tersebut 12 orang di antaranya melarikan diri ke Dolok Masihul dan delapan di antaranya tewas dalam baku tembak yang berlangsung beberapa hari.

Di RT 3, Sarang Kuah, Desa Dolok Sagala, Dolok Masihul baku tembak menewaskan empat tersangka, yakni pimpinan komplotan Taufik Hidayat warga Jalan Sei Mati Medan Labuhan, Belawan; Zulkarnain warga Jalan Bandeng, Belawan; Fauzi Syahputra dan Alex alias Gunawan.

Baku tembak di pinggir Sungai Martebing berakhir dengan tewasnya dua anggota komplotan, yakni Deboy alias Dedi dan Pujo alias Rahmad. Rahmad tewas terkena ledakan granat yang digenggamnya. Selanjutnya, tersangka M Yusuf, warga Jalan Belanak, Kelurahan Belawan Bahagia, Medan Belawan ditemukan dalam keadaan tewas di tepi Sungai Martebing di Desa Martebing. Tidak jauh dari lokasi tersebut, satu orang lagi juga ditemukan dalam keadaan tewas.
sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edi...iew/356836/37/
Sebuah pengakuan eksplisit dari Kapolda Sumut: "Ada penggiringan Opini"
Quote:
Kapolda Sumut : Perampokan CIMB Bukan 'Teroris'

MEDAN-Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno mengeluarkan pernyataan yang berseberangan dengan Mabes Polri soal teroris di Sumut. Kapolda menegaskan, serentetan peristiwa yang menghebohkan Kota Medan dan sekitarnya, mulai perampokan Bank CIMB Niaga, hingga penyerbuan Mapolsekta Hamparan Perak, dilakukan oleh sisa separatis, bukan teroris.
...
“Ada satu media yang terus menggiring masyarakat ke arah sana, sehingga masyarakat percaya bahwa mereka adalah teroris,” katanya.
Sumber: http://www.hariansumutpos.com/2010/0...n-teroris.html

Dalam Wawancara TV One Dengan Tersangka Kasus CIMB, terdapat pengakuan bahwa "Perampokan CIMB untuk Jihad", kemudian tersangka menyebutkan bahwa 2 tersangka perampok adalah anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) namun hal ini sudah dibantah oleh Juru Bicara Utama JAT Abdul Rachim Ba'asyir dalam jumpa wartawan di kantor pusat JAT di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (6/10).
Quote:
Jemaah Anshorut Tauhid tidak Kenal Alex dan Taufik

SUKOHARJO--MI: Jemaah Anshorut Tauhid mengaku tidak mengenal Alex dan Taufik Hidayat, dua tersangka pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Medan yang tewas ditembak polisi beberapa waktu lalu. Apalagi jika keduanya disebut-sebut sebagai anggota organisasi tersebut.

Penegasan itu disampaikan Juru Bicara Utama JAT Abdul Rachim Ba'asyir dalam jumpa wartawan di kantor pusat JAT di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (6/10).

"Oleh karena itu, kami sangat perlu membantah pemberitaan (televisi) yang mewawancarai Khairul Ghazali sebagai salah satu korban penangkapan Densus 88. Dalam acara itu disebut bahwa Alex dan Taufik Hidayat yang mati tertembak polisi yang disebut tersangka perampokan CIMB Medan adalah anggota bahkan pengurus JAT Wilayah Sumatra Utara," tegasnya.

Rachim menilai, apa yang dikemukakan Ghazali dalam wawancara tersebut merupakan sebuah rekayasa. Keluarga Ghazali yang dihubungi, kata Rachim, juga heran dengan pernyataan tersebut. Karena itu, ia yakin pernyataan tersebut dilontarkan dibawah tekanan, mengingat posisi Ghazali saat ini sebagai tahanan.

Dalam kesempatan itu, Rachim kembali menegaskan visi dakwah amar ma'ruf nahi munkar yang mereka anut. Menurutnya, JAT tidak memiliki sikap atau pun program yang membenarkan apalagi melibatkan anggota atau lembaganyakepada hal-hal yang berbau kriminal.(FR/OL-2)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2...lex-dan-Taufik
Di Irak (negara jajahan AS), penanganan tersangka 'teroris' tidaklah jauh berbeda, Polisi menggunakan media untuk menggiring opini masyarakat, agar masyarakat membenarkan semua cerita versi Polisi. Salah satu contohnya adalah ketika tersangka anggota Al Qoidah Irak dipaksa mengaku tentang semua operasi mereka di Televisi:
Quote:
Dua Pria Al Qoidah Irak Dipaksa Mengaku di Televisi"

BAGHDAD (voa-islam/reuters): Dua orang yang ditangkap di Irak atas tuduhan terlibat serangan bom mobil di kedutaan besar dan kantor televisi asing telah memberikan pernyataan keterlibatan mereka di depan TV hari Ahad, mereka berdua mengaku merupakan anggota Al Qoidah.

...

Dalam laporan tahun lalu, kelompok LSM HAM Amnesty Internasional mengkritik Irak yang menggunakan rekaman pengakuan yang disiarkan di televisi publik, mereka mengatakan cara seperti ini telah merusak hak rakyat untuk sebuah pengadilan yang adil. (za/reuters)
Sumber:
http://www.voa-islam.com/news/iraq/2...u-di-televisi/
english: http://www.reuters.com/article/idUSTRE69917I20101010
[walker80]

Minggu, 15 Agustus 2010

KOMPENI DAN OPASNYA DI ZAMAN SEKARANG

Kompeni dan Opas


Opas adalah penduduk pribumi yang menjual jiwa dan raga mereka kepada Kompeni demi secuil upah. Mereka tega menzalimi dan membunuh saudara se-Tanah Air mereka demi kenyangnya perut mereka sendiri. Memakai seragam layaknya tentara VOC sungguhan, dengan bangganya mereka menganggap diri mereka lebih terhormat daripada rakyat pribumi yang hanya memakai pakaian compang-camping seadanya. Selain cara pakaiannya, mereka jg berpesta dan berbicara layaknya Kompeni sungguhan, padahal kulit mereka sawo matang, hidung mereka pesek, rambut mereka hitam yg tdk membedakan dengan saudara pribumi lainnya. (disadur dari: Si Pitung, Kompeni & Opas)

Lalu bagaimanakah sosok Kompeni & Opas-nya pada zaman sekarang? Silahkan simak 3 video dibawah ini:


IDEOLOGI ISLAM VS IMPERIALISME AMERIKA
....
Kita seperti gurita raksasa yang mencengkram semuanya lalu selayaknya Santa Claus membagi-bagikannya kepada kita (warga AS) dan lihatlah kebohongan yang kita jalani ini, sementara 3/4 dunia hidup dalam kemelaratan. Setiap hari 24.000 orang mati karena kelaparan dan 30.000 anak mati karena wabah penyakit-penyakit yang tak bisa disembuhkan, setiap hari. Juga banyak orang yang tinggal di wilayah-wilayah yang penuh kemarahan, dan mereka melihat kita 5% populasi dunia meraup 25% dari sumberdaya mereka, sementara kebanyakan mereka sendiri hidup dalam kehidupan yang tragis, melarat, memprihatinkan dan menderita. -John Perkins (mantan Economic Hitman)
http://www.youtube.com/watch?v=N_lmGyuulRM




INDONESIA, NEGERI KAYA MENJADI NEGARA PENGEMIS:

http://www.youtube.com/watch?v=phTSnG4efdI

Indonesia adalah negeri di mana imperialisme lama bertemu dengan imperialisme baru. Ini adalah negeri yang tidak semestinya miskin, kaya dalam hampir segalanya: Tembaga dan emas, minyak, kayu, keahlian dan SDM-nya.

Dijajah oleh Belanda di abad ke-16, kekayaan Indonesia dirampas oleh Barat selama ratusan tahun. Hutang yang sesungguhnya sampai saat ini tak terbayar.
(John Pilger, Wartawan senior Australia & aktivis kemanusiaan)



AS DANAI DENSUS 88

http://www.youtube.com/watch?v=G3yjS_J59vk
Tahun 2006 - 2010 AS Memberikan Dana $57.4 Juta untuk pemberantasan Teroris
http://www.fas.org/sgp/crs/natsec/RS22855.pdf

Dana AS yang mengalir kepada Polri untuk mendirikan unit khusus anti-teror di Indonesia sangat besar, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Berdasarkan dokumen Human Right Watch tentang Counter Terorism yang dilakukan AS, pembentukan Densus 88 di Indonesia pada tahun 2002 didanai AS sebesar 16 juta dollar, dan sebelumnya pada tahun 2001 Polri telah menerima dana untuk penanganan terorisme sebesar 10 juta dollar. (http://www.hrw.org/wr2k3/asia7.html)

DENSUS 88 = OPAS?

Minggu, 08 Agustus 2010

911, Sebuah Konspirasi?



Noam Chomsky Tentang Teori Konspirasi 911
Dalil yang paling lazim digunakan oleh para penganut teori konspirasi bahwa serangan 911 menguntungkan Bush/Amerika, dalam arti memberi mereka alasan untuk meningkatkan serangan dan otoritarianisme mrk.

Tapi, siapapun akan melihat bahwa setiap negara ...(terutama yg otoriter) selalu mencari alasan bagi otoritarianisme mereka, dengan ataupun tanpa perlawanan, mereka akan terus mencari cara untuk memperkokoh otoritarianisme mereka. [1]
Kini kita juga bisa melihat, bahwa bentuk perlawanan (serangan 911) yang dianggap akan menguntungkan Bush, Amerika dan penguasa-penguasa otoriter lainnya di dunia itu (memberi mrk dalih utk otoritarianisme mereka) kini berbalik menjadi senjata makan tuan. Extensifikasi peperangan Amerika dan Afghanistan telah membangkrutkan negeri itu[2] dan menyeret kapitalisme global ke jurang kebangkrutan yg sama, kekalahan militer yang bertubi-tubi membuat tentara-tentara mereka semakin kehilangan kepercayaan diri dan membuka mata masyarakat mereka akan kekonyolan pemerintahnya.

Demikian juga keadaannya di Indonesia, perang negara terhadap para pejuang Islam di negeri ini bukannya meredam apa yang mereka anggap sebagai ancaman bagi kekuasaan mrk, malah justru makin membakar semangat kaum muslim lainnya untuk turut terjun dalam medan perjuangan dan membuka mata sebagian lainnya akan kebangkrutan negeri ini baik dalam bidang ekonomi, pilitik, hukum, moral maupun budaya.


Konspirasi di balik "teori konspirasi"

CHOMSKY: 9/11 Truth Movement Pushes Non-Scientific Evidence
"There's a big industry in the United States, on the left as well. I mean, you should see the emails I get - this huge Internet industry, from the left, trying to demonstrate that this was all faked and it was planned by the Bush Administration and so on. If you look at the evidence, anybody who knows anythings about the sciences would instantly discount that evidence."[3]

Apakah ada bukti2 ilmiah yg mendukung teori2 konspirasi di balik 911?
"anyone who knows anything about the science would instantly discount the evidences."
(siapapun yg mengerti sedikit saja ttg sains akan dg segera meyingkirkan bukti2 itu)

Apakah amerika benar-benar diuntungkan dengan War on Terror yg menjadikan 911 sebagai pretext ini?

Cara Bin Laden Membangkrutkan Amerika
Untuk seorang lelaki yang bertahun-tahun hidup di gua, Usamah bin Laden betul-betul faham (strategi perang) Sun Tzu dan dasar-dasar jujitsu-nya. Diktum terkenal Sun Tzu adalah “kenalilah dirimu” dan “kenalilah musuhmu.” Jujitsu didasarkan pada penggunaan kekuatan musuh melawan dirinya sendiri, seperti Jack dalam "Jack and the Beanstalk," yang menggunakan ukuran dan kemarahan sang raksasa untuk menjatuhkannya dengan berat badannya sendiri. Bin Laden mengerti bahwa untuk mengalahkan Amerika adalah dengan membalikkan tenaga Amerika terhadap dirinya sendiri. Tujuan pertamanya adalah untuk membangkrutkan Amerika. Dia mengetahui kelemahannya, dan dia sangat memahami kelemahan Amerika, bagaimana kebanggaan dan ketakutannya bisa memicu reaksi-reaksi yang irasional dan menghancurkan diri sendiri (self-destructive).[4]

Jadi, apa benar ada pengakuan dari pihak tertuduh atas tuduhan ini?

911, antara konspirasi dan kontroversi
"Menghubung-hubungkannya memang mudah. Jika itu memang termasuk ada hubungannya bahwa kita mendorong aksi ini maka saya katakan ya, kami telah mendorong untuk melakukan aksi ini selama bertahun-tahun. Kami melakukan apa yang telah diperbolehkan dalam syari’ah dan banyak dokumen-dokumen mengenai persoalan ini dan seruan dari yang lain untuk mendorong aksi inipun bahkan telah dipublikasikan dan disiarkan ke berbagai media. Lalu jika mereka mengartikannya demikian atau jika andapun juga memaknai bahwa ada hubungannya maka itu adalah benar. Kamilah yang mendorongnya dan dorongan inilah yang dibutuhkan saat ini, Allah telah memerintahkan akan hal ini kepada manusia terbaik yaitu Nabi saw." -Usamah bin Ladin [5]



[1] http://www.youtube.com/watch?v=BzGd0t8v-d4
[2] http://c4kra.multiply.com/journal/item/171/Cara_Bin_Laden_Membangkrutkan_Amerika
[3] http://www.youtube.com/watch?v=mBg3aFZVATk
[4] http://c4kra.multiply.com/journal/item/171/Cara_Bin_Laden_Membangkrutkan_Amerika
[5] http://www.muslimdaily.net/wawancara/1686/mengenang-peristiwa-911-wawancara-eksklusif-dengan-syekh-usamah-bin-laden


Sumber: informed.tk

Sabtu, 19 Juni 2010

Behind 911 and Gaza




the 911, was it an action? or merely just a reaction?
and the Gaza Massacre, who's responsible?


Source: http://www.youtube.com/watch?v=ZwTo7YK1Z60

According to the reports, facts and analysis of Norman G. Finkelstein and Ron Paul.


Pembantaian Gaza, Siapa yang bertanggungjawab?

Berikut ini jawaban Norman G. Finklestein, seorang penulis dan ahli ilmu politik Amerika:

"Menurutku perkembangan yang penting adalah apa yang dikatakan oleh Amnesty International Setelah invasi atas Gaza. Mereka menunjukkan laporan yang sangat subtansial yang berjudul "Fueling Conflict" (Memberi bahan bakar konflik). Dan laporan ini mengatakan, "memberikan senjata kepada pihak yang terus melakukan pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia adalah ilegal menurut Hukum Internasional.

Israel adalah negara yang terus melakukan pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia, dan karena itu harus ada embargo senjata yang komprehensif atas Israel. Lalu laporan itu memaparkan setiap negara di dunia, bagaimana mereka mensuplai dan mengirim senjata ke Israel, tetapi harus dikatakan, bahwa fokusnya adalah Amerika Serikat.

Amnesty International mengungkapkan 3 hal utama: 1) Bahwa AS sejauh ini adalah penyuplai senjata terbesar Israel. 2) Mensuplai senjata-senjata itu tidak hanya ilegal menurut Hukum Internasional, tetapi juga ilegal menurut Hukum Amerika sendiri. Dan ke-3, dalam laporan ini disebutkan, saya pikir penting bagi kalian untuk mendengarnya. Amnesty International menyatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza, mereka menggambarkan apa yang terjadi di Gaza merupakan 22 hari kematian dan penghancuran. Apa yang terjadi di Gaza, tidak akan terjadi, tanpa uang pembayar pajak AS.

Jika anda tertarik dengan apa yang terjadi di Gaza, ingin mengetahui bagaimana kematian yang terjadi di sana, penghancuran, serangan yang sistematis atas mesjid-mesjid, serangan yang sistematis atas ambulans-ambulans, serangan-serangan sistematis atas rumah sakit, atas sekolah, 6000 rumah yang dihancurkan atau hampir sepenuhnya dihancurkan. Menurut Amnesty International, seluruhnya dibayar oleh uang para pembayar AS!

Lalu kini Hillary Clinton meningkatkan lagi bantuan militer AS kepada Israel, dia lupa bahwa, pertama, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Hukum Internasional dan hukum AS sendiri. Ke-dua, Amerika Serikat lah yang telah memungkinkan - anda harus ingat, ya, saya tahu bahwa program anda menyoroti juga penggunaan Fosfor Putih (White phosporous), Setiap shell fosfor putih yang mereka temukan, anda bisa lihat dalam Laporan Human Rights Watch, Semuanya (fosfor putih) dibuat di Amerika Serikat.

Kita (warga Amerika) lah yang bertanggungjawab atas perang (Gaza) tersebut. Ini bukan hanya sekedar klise, ini adalah hal yang faktual. Kitalah yang telah membuat pembantaian itu terjadi."



Lalu, bagaimana dengan serangan 911?
Siapa yang sebenarnya memulai peperangan ini?

Ini adalah pengakuan dari Ron Paul, seorang anggota Kongres AS dari Partai Republik:

"Menurut saya, kesalahfahaman dan ketidaksepakatan yang kami miliki dalam perdebatan ini adalah asal-mula ancaman tersebut. Saya sangat peduli atas asal mula ancaman terorisme sebagaimana yang lainnya, tetapi mereka tidak menyerang kita, karena kita bebas dan sejahtera.

Semua radikalisme, semua elemen, semua agama memiliki potensi kekerasan, tapi jika kita tidak mengerti, bahwa reaksi tersebut lahir karena kita menginvasi negeri-negeri mereka, kita mengokupasi negeri-negeri mereka, kita membangun pangkalan-pangkalan militer di negeri-negeri mereka.

Kita tentu saja tidak bisa begitu saja mengesampingkan 911, tetapi kita telah melakukannya sejak dulu. Pangkalan Angkatan Udara (AS) di Arab Saudi yang telah dibangun sejak sebelum 911 -lah yang telah memberi mereka (Al-Qaida) alasan.

Jika kita tidak memahami hal ini, kita tidak akan memenangkan perang melawan terorisme ini.